Di postingan saya bulan Desember berjudul Learning English: Mulai dari yang Disukai, saya menyebut lagu berbahasa Inggris sebagai salah satu media pembelajaran yang paling menyenangkan. Sedikiiit berbeda, di tulisan kali ini, saya justru ingin menggarisbawahi kelemahan belajar menggunakan lagu; yaitu berhubungan dengan grammar, alias tata bahasanya.
Kenyataannya, lagu-lagu berbahasa Inggris tidak melulu menggunakan grammar yang benar, 100%. Ada beberapa bagian lirik yang akan membuat para grammarian (ahli grammar) mengernyitkan dahi karena menemukan kesalahan. Contohnya ada di lagu When I was Your Man punya Bruno Mars. Setidaknya ada dua baris lirik yang mengandung grammatical error:
1. Our song on the radio but it don't sound the same
> yang salah di bagian ini adalah kata don't yang seharusnya doesn't karena mengacu pada subjek it.
2. Should have gave you all my hours
> contoh kedua ini menggunakan perfect tense yang mengharuskan kata kerjanya dalam bentuk past participle atau kata kerja bentuk ketiga; kesalahan terletak pada kata gave (kata kerja bentuk kedua) yang seharusnya given
Poetic License
Kesalahan di atas terjadi tentu bukan karena mereka tidak mengerti grammar. Kalau harus menunjuk biang kesalahannya, maka itu adalah sesuatu yang disebut dengan poetic license. Ini merupakan semacam izin untuk 'menyimpang dari hal-hal normal', termasuk aturan grammar, demi terciptanya sebuah karya sastra yang selaras dan indah.
Poetic license ini memungkinkan para penyair dan penulis lagu untuk tidak menggunakan diksi/pilihan kata yang sesuai, menyingkat kata agar lebih efektif, ataupun sedikit menyimpang dari tata bahasa yang benar. Coba deh, jika kata gave yang memiliki satu suku kata diganti menjadi given (dua suku kata), lirik menjadi tidak selaras dengan musik; sehingga tidak lagi terasa enak untuk dinyanyikan atau didengarkan.
Kesimpulannya, lagu bahasa Inggris memang sebuah awalan yang baik untuk mempelajari bahasa Inggris, terutama untuk memperkaya kosa kata. Tapi untuk mempelajari grammar, perlu sedikit kehati-hatian supaya tidak salah. Memang sih, kesalahannya nggak bakalan banyak, tapi alangkah baiknya kalau bisa membedakan mana yang benar dan salah.
Intinya mah, tetep semangat belajar, ya!
My Posts
- About Family&Friends (10)
- Belajar Bahasa (Inggris) (9)
- Book-Song-Film (7)
- FYI (8)
- My Thoughts-Ideas (70)
- Teacher's Life (20)
- Travelings&Events (9)
Saturday, 21 January 2017
Sunday, 15 January 2017
Lima Nasehat dari Ali bin Abi Thalib
Beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah buku bergambar (semacam komik) berjudul 55 Mutiara Akhlak. Sesuai dengan judulnya, buku ini berisi berbagai nasehat untuk membangun akhlak yang mulia yang disampaikan lewat ilustrasi menarik. Dari sekian nasehat, ada lima dari Ali bin Abi Thalib yang sangat mengena di hati:
#1 Kekayaan sebenarnya adalah akal, kemiskinan yang sebenarnya adalah rusaknya akal.
Nasehat ini digambarkan dengan cerita suami-istri yang berboncengan naik motor. Si istri membeli pisang dari pedagang yang menjual dagangannya dengan gerobak, tanpa menawar harga yang disebutkan. Ketika ditanya 'Kok nggak nawar sih?'', si istri bilang: kalau di supermarket aja, dengan harga berapapun, kita tidak nawar, kenapa harus pelit kepada pedagang kecil? Ilustrasi kedua, ada seorang ibu bermobil yang menawar pisang (di pedagang yang sama) dengan harga yang tidak masuk akal.
#2 Jika engkau berjumpa dengan orang yang lebih muda berpikirlah pasti dosanya lebih sedikit darimu. Jika berjumpa dengan orang yang lebih tua, berpikirlah pasti amalnya lebih banyak darimu. Sesungguhnya setuap orang pasti memiliki kelebihan.
Digambarkan dengan jungkat-jungkit yang diisi orang tua dan anak muda di masing-masing sisinya, nasehat ini jelas sekali mengarahkan agar kita tidak sombong dengan apa yang ada pada diri kita dan meremehkan orang lain. Selain itu, Ali bin Abi Thalib juga menyampaikan bahwa setiap orang itu memiliki kelebihannya; entah dia lebih muda atau tua daripada kita. Dengan mengetahuinya, kita akan lebih mudah menghargai orang lain, sekaligus menyemangati diri untuk terus berbenah.
Yuk, cobain!
#3 Simpanlah perbendaharaan lidahmu seperti engkau menyimpan perbendaharaan emas dan uangmu.
Ngobrol adalah salah satu kegiatan paling mengasyikkan bagi beberapa orang. Bagi yang 'hobi' dan 'ahli' bicara, apa saja bisa dijadikan bahan pembicaraan. Ali bin Abi Thalib memperingatkan untuk berhati-hati dengan itu. Kenapa? Karena ada kalanya kata-kata yang keluar dari mulut bisa menyinggung orang lain, membuatnya marah, hingga berujung permusuhan. Kemudian, ada juga tutur kata yang terlalu berlebihan sehingga orang kehilangan rasa hormat kepada yang mengucapkannya; maka hilanglah kehormatannya. Ini sejalan dengan ungkapan mulutmu harimau-mu; kata-kata bisa membinasakan pemiliknya. Ngeri. Maka diam (menyimpan lisan dari kata-kata yang tidak perlu) ada saatnya menjadi pilihan terbaik.
#4 Orang yang terlalu memikirkan akibat dari suatu keputusan atau tindakan, sampai kapan pun dia tidak akan menjadi orang yang berani.
Sebelum melakukan sesuatu, lumrah untuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di depan. Akan tetapi, jika terlalu banyak lama mempertimbangkan ini itu, terkadang orang malah jadi batal melakukannya, tidak melakukan apa-apa.
Ini adalah kutipan yang paliing berkesan di hati. Buat saya yang kadang lamaa dala memutuskan sesuatu, membacanya menumbuhkan keberanian untuk membuat keputusan. Tapi by the way, saya juga pernah dengar bahwa membuat keputusan dengan berani itu membutuhkan latihan, lho.
#5 Jangan engkau menghadirkan keresahan esok hari pada hari ini. Yang demikian itu hanyalah akan menambah beban diri.
Yang ini masih agak berhubungan dengan nasehat di nomor empat. Diberi judul Kalah Sebelum Bertanding, nasehat ini digambarkan dengan cerita seorang yang hendak ujian di esok hari, tapi sehari sebelumnya dia sudah membayangkan akibat kalau dia tidak lulus ujian. Akibatnya? Dia justru menghabiskan waktu untuk fokus di perasaan takut; takut gagal ujian, takut orang tua marah, dan sebagainya. Padahal, seharusnya dia fokus belajar untuk menghadapi ujian. Rugi, kan?
---------
This is it! Ini dia bukunya!

Penyampai pesannya adalah VBI_Djenggotten, yang memiliki karya serupa berjudul 33 Pesan Nabi (3 seri). Cover dan isinya menarik. Meskipun nasehat di dalamnya berbobot, tapi penyampainnya lewat gambar komik yang jenaka membuat buku ini menjadi santapan ringan yang mudah dipahami. Dan yang paling penting, pesannya sampai ke pembaca.
Setebal 118 halaman, buku ini berisi 55 nasehat untuk membangun akhlak mulia. Temanya beragam, dari yang urusannya dengan diri sendiri hingga hubungan dengan orang lain. Selain dari Ali bin Abi Thalib, buku ini juga menampilkan nasehat dari Nabi Isa, Luqman Al Hakim, Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Abu Darda, Abdullah bin Mas'ud, dan banyak lainnya. Kesemuanya disampaikan dengan cara sederhana yang mudah dimengerti.
Buku ini bagus dibaca oleh para remaja dan maupun dewasa bahkan orangtua; karena membenahi akhlak adalah pekerjaan bagi semua kalangan usia. Ehm.
Melapangkan Dada
Saat masih kecil, beliau Nabi Muhammad SAW, mengalami sebuah peristiwa menakjubkan. Dua malaikat (Jibril dan Mikail) membawanya ke suatu tempat untuk kemudian membedah dada beliau lalu membersihkannya dari penyakit hati. Begitu pula di tahun ke-11 kenabiannya, dada beliau kembali dibedah, dan dikeluarkan dari dalamnya, dua hal. peristiwa itulah yang membuat Nabi Muhammad SAW memiliki hati yang sangat lapang, penuh kelembutan, dan kasih sayang.
---
Dalam kehidupan kita, tak terhitung berapa kali kita merasa iri, sedih, khawatir, dan beragam emosi negatif lainnya; yang membuat dada terasa sesak, tidak nyaman. Padahal, alangkah nikmatnya hidup ini kalau kita bisa memiliki dada (hati) yang lapang.
Apa saja yang harus disingkirkan, supaya melapangkan dada?
Satu, rasa over sensitive; yaitu gampang tersinggung, mudah sakit hati atas perlakuan orang lain.
Dua, rasa iri dengki; perasaan tidak suka dengan kebahagiaan orang lain dan berharap keberuntungan orang lain itu hilang atau menjadi miliknya.
Tiga, kesedihan atas hal-hal yang sudah terjadi; kesedihan yang 'menguasai' kehidupan kita.
Empat, kekhawatiran dan ketakutan atas apa yang belum terjadi di masa depan.
Demikianlah, cara untuk melapangkan dada, sebagaimana yang sudah terjadi pada diri Rasulullah SAW. Tambahannya, sebagai pengganti dari keempatnya, masukkanlah rasa welas asih (kasih sayang) ke dalam dada kita. Bukan perkara yang mudah, memang; tapi itulah 'tugas' sepanjang hidup kita di dunia ini.
*Disarikan dari ceramah singkat ustadz Salim A. Fillah
*Ini lebih menghibur daripada lagunya Sheila on 7 - Lapang Dada 😀
---
Dalam kehidupan kita, tak terhitung berapa kali kita merasa iri, sedih, khawatir, dan beragam emosi negatif lainnya; yang membuat dada terasa sesak, tidak nyaman. Padahal, alangkah nikmatnya hidup ini kalau kita bisa memiliki dada (hati) yang lapang.
Apa saja yang harus disingkirkan, supaya melapangkan dada?
Satu, rasa over sensitive; yaitu gampang tersinggung, mudah sakit hati atas perlakuan orang lain.
Dua, rasa iri dengki; perasaan tidak suka dengan kebahagiaan orang lain dan berharap keberuntungan orang lain itu hilang atau menjadi miliknya.
Tiga, kesedihan atas hal-hal yang sudah terjadi; kesedihan yang 'menguasai' kehidupan kita.
Empat, kekhawatiran dan ketakutan atas apa yang belum terjadi di masa depan.
Demikianlah, cara untuk melapangkan dada, sebagaimana yang sudah terjadi pada diri Rasulullah SAW. Tambahannya, sebagai pengganti dari keempatnya, masukkanlah rasa welas asih (kasih sayang) ke dalam dada kita. Bukan perkara yang mudah, memang; tapi itulah 'tugas' sepanjang hidup kita di dunia ini.
*Disarikan dari ceramah singkat ustadz Salim A. Fillah
*Ini lebih menghibur daripada lagunya Sheila on 7 - Lapang Dada 😀
Saturday, 14 January 2017
(Bersabar) Mendampingi Orangtua
Orang bilang, meskipun sama-sama merawat, lebih senang merawat anak kecil daripada orangtua. Kalau merawat dan mendampingi anak kecil, rasa bahagia akan berdatangan satu per satu karena semakin beranjak besar, dia akan semakin terampil melakukan berbagai hal: berbicara, merangkak, berjalan, makan sendiri, dan seterusnya. Sebaliknya, orangtua akan semakin berkurang tenaganya dari waktu ke waktu; keterampilan beliau untuk melakukan sesuatu pun juga akan berkurang.
Maka tidaklah heran jika lebih banyak ditemukan orang yang mengeluh karena harus merawat orangtuanya, dibandingkan merawat anaknya. Mereka mengeluhkan repotnya harus berbicara keras-keras karena pendengaran orangtuanya yang sudah berkurang. Mengeluhkan harus menuntun beliau kemana-mana karena kaki yang tidak lagi kuat menopang. Mengeluhkan orangtua yang seringkali mengulang-ulang cerita hingga membuatnya lelah atau bosan mendengarnya. Mengeluhkan repotnya dipanggil berkali-kali karena dimintai tolong melakukan ini itu. Atau sekedar mengeluhkan orangtuanya yang cerewet atas hal-hal yang dia lakukan.
Jika hal itu pernah terlintas di pikiran, maka satu hal yang harus diingat adalah: mereka tidak pernah lelah membersamai anaknya di waktu kecil bahkan membantu sampai dewasa. Jangan ditanya seberapa repot mereka mengurus sang anak; di masa dia belum bisa melakukan apapun. Apalagi ibu, yang sudah memulainya sejak anak masih dalam kandungan.
Ingat pula bahwa orangtua-lah yang memandikan, membersihkan kotoran, bahkan membuang ingus anaknya. Menyuapi dengan sabar, meskipun sang anak berlari-lari tak mau makan. Bergadang semalaman menunggui anaknya yang sedang sakit. Bangun pagi-pagi demi menyiapkan sarapan. Dan sebagainya, dan seterusnya, banyaak sekali.
Jadi, sebenarnya merawat orangtua dan anak adalah hal yang sama; sama-sama memerlukan ketelatenan dan kesabaran.
Maka bersabarlah, bahkan bersyukurlah, jika kita masih memiliki kesempatan untuk mendampingi atau malah merawat orangtua. Karena sebanyak apapun yang kita berikan, tidak akan pernah menyamai apa yang beliau-beliau korbankan untuk hidup kita.
Maka tidaklah heran jika lebih banyak ditemukan orang yang mengeluh karena harus merawat orangtuanya, dibandingkan merawat anaknya. Mereka mengeluhkan repotnya harus berbicara keras-keras karena pendengaran orangtuanya yang sudah berkurang. Mengeluhkan harus menuntun beliau kemana-mana karena kaki yang tidak lagi kuat menopang. Mengeluhkan orangtua yang seringkali mengulang-ulang cerita hingga membuatnya lelah atau bosan mendengarnya. Mengeluhkan repotnya dipanggil berkali-kali karena dimintai tolong melakukan ini itu. Atau sekedar mengeluhkan orangtuanya yang cerewet atas hal-hal yang dia lakukan.
Jika hal itu pernah terlintas di pikiran, maka satu hal yang harus diingat adalah: mereka tidak pernah lelah membersamai anaknya di waktu kecil bahkan membantu sampai dewasa. Jangan ditanya seberapa repot mereka mengurus sang anak; di masa dia belum bisa melakukan apapun. Apalagi ibu, yang sudah memulainya sejak anak masih dalam kandungan.
Ingat pula bahwa orangtua-lah yang memandikan, membersihkan kotoran, bahkan membuang ingus anaknya. Menyuapi dengan sabar, meskipun sang anak berlari-lari tak mau makan. Bergadang semalaman menunggui anaknya yang sedang sakit. Bangun pagi-pagi demi menyiapkan sarapan. Dan sebagainya, dan seterusnya, banyaak sekali.
Jadi, sebenarnya merawat orangtua dan anak adalah hal yang sama; sama-sama memerlukan ketelatenan dan kesabaran.
Maka bersabarlah, bahkan bersyukurlah, jika kita masih memiliki kesempatan untuk mendampingi atau malah merawat orangtua. Karena sebanyak apapun yang kita berikan, tidak akan pernah menyamai apa yang beliau-beliau korbankan untuk hidup kita.
Sunday, 1 January 2017
Tahun Baru: (of What So Called) Momentum
Udah bikin resolusi buat tahun depan belum?
Pertanyaan di atas lazim terdengar menjelang tahun baru masehi. Banyak orang menganggap tahun baru sebagai momen spesial yang oleh karenanya harus diperlakukan dengan spesial pula. Orang-orang berkumpul dengan keluarga atau teman, bakar-bakar bersama, menyalakan kembang api atau petasan yang mengganggu orang mau tidur, dan sebagainya. Ada pula yang menggunakan malam tahun baru untuk evaluasi diri sekaligus menyusun target baru di tahun berikutnya.
Then I have a question: mengapa harus di malam tahun baru? Padahal kan bisa juga, bakar-bakar ikan di malam yang lain; memperbaharui target setiap akhir bulan, atau menyalakan kembang api setiap akhir pekan, misalnya?
Setelah bertanya-tanya, saya kemudian teringat dengan sebuah kata dalam bahasa Indonesia yang bernama MOMENTUM. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia online yang saya kunjungi, terdapat beberapa arti dari kata momentum, yang salah satunya adalah 'saat yang tepat'. Mungkin, mungkin ini ya, orang-orang ini menunggu saat yang tepat untuk melakukan sesuatu; dan tahun baru adalah salah satunya. Mungkin, mereka perlu alasan untuk mengajak kumpul-kumpul, Mungkin, di libur tahun baru-lah semua (baru) bisa berkumpul, Mungkin, tahun baru memunculkan harapan baru. Dan kemungkinan-kemungkinan lainnya.
So, what?
Sah-sah saja sebenarnya, jika mau memilih pergantian tahun sebagai momentum untuk melakukan sesuatu; dan/atau menyusun rencana untuk setahun berikutnya. Hanya satu yang perlu juga dipertimbangkan, yaitu lamanya waktu setahun. Ada dua belas bulan, sekitar 52 pekan, dan 365 hari lho dalam satu tahun. Sayang aja gitu rasanya, kalau ngumpul bersama keluarga atau teman harus menunggu momentum. Begitu pun dengan menyusun dan merevisi target; bisa juga kok dilakukan setiap bulan ataupun beberapa bulan sekali.
Namun, pada akhirnya, pilihan kembali pada diri sendiri. Kalau saya sih, malam tahun baru masehi tidaklah spesial-spesial amat; kecuali kembang apinya (love it so much!) dan hari besoknya yang sudah pasti libur.
![]() |
| Anyway, selamat datang, 2017! |
Wednesday, 28 December 2016
Menyeberang ke Untung Jawa
Untung Jawa mungkin tidak setenar pulau Tidung atau pulau terkenal lain di gugusan Kepulauan Seribu, tetapi tidak bukan berarti pulau ini tidak menarik untuk dikunjungi. Senin lalu, saya dan seorang kawan berkesempatan menyeberang ke pulau Untung Jawa.
How to Get There
Ada beberapa tempat yang bisa menjadi titik penyeberangan ke Untung Jawa; Pantai Marina Ancol, Muara Angke, atau Pantai Tanjung Pasir--dari tempat yang terakhir disebut-lah kami mengawali penyeberangan.
Pantai Tanjung Pasir sendiri terletak di kecamatan Teluknaga, Tangerang. Dari daerah Cengkareng dengan menggunakan sepeda motor, akan memakan waktu kurang lebih satu jam. Kami sampai di sana sekitar pukul 10.15. Usai memarkir motor, kami langsung ditawari untuk menyeberang; sejumlah orang telah berada di atas kapal.
Sebelum naik, kami harus membayar ongkos sebesar 50ribu, PP --sudah naik beberapa puluh ribu dari postingan blog yang saya baca sebelum berangkat T_T. Tidak ada karcis, Bapak-bapaknya bilang, untuk pulangnya, kami bisa menaiki kapal yang mana saja. Sistem percaya antara penumpang dan penyedia jasa transportasi rupanya berlaku di sini.
Daaan..kapal ini rupanya menyerupai angkot di kampung halaman saya, yang harus menunggu penuh supaya bisa berangkat. Setelah menunggu sekitar 20 menit, akhirnya kapal mulai bergerak diiringi suara mesin yang lumayan berisik. Fiuuh.
30 menit penyeberangan berlangsung menyenangkan; mungkin karena akhirnya saya bisa melihat hamparan air laut yang sudah begitu lama dirindukan -ceileh-. Angin yang sepoi-sepoi dan goncangan kapal membuat mata terasa berat; ngantuk. Di pinggir pantai Tanjung Pasir, air laut berwarna keruh kecoklatan, tetapi ketika sudah di tengah, warna biru sangat memanjakan mata. Buat saya, melihat hamparan air laut berwarna biru dan berkilauan terkena cahaya matahari itu keren banget. 😎
How to Get There
Ada beberapa tempat yang bisa menjadi titik penyeberangan ke Untung Jawa; Pantai Marina Ancol, Muara Angke, atau Pantai Tanjung Pasir--dari tempat yang terakhir disebut-lah kami mengawali penyeberangan.
Pantai Tanjung Pasir sendiri terletak di kecamatan Teluknaga, Tangerang. Dari daerah Cengkareng dengan menggunakan sepeda motor, akan memakan waktu kurang lebih satu jam. Kami sampai di sana sekitar pukul 10.15. Usai memarkir motor, kami langsung ditawari untuk menyeberang; sejumlah orang telah berada di atas kapal.
| Penuh, udah macam di angkot lah pokoknya. Meskipun begitu, tetep happy |
| Ada yang jualan juga di kapal |
Daaan..kapal ini rupanya menyerupai angkot di kampung halaman saya, yang harus menunggu penuh supaya bisa berangkat. Setelah menunggu sekitar 20 menit, akhirnya kapal mulai bergerak diiringi suara mesin yang lumayan berisik. Fiuuh.
| Kapal kami disalip sama kapal yang satu ini T-T |
| Perairan dekat pantai Tanjung Pasir, berari kecoklatan |
| Nah, ini air warna biru tosca di tengah laut, bersih |
HERE WE ARE!
Pulau Untung Jawa sudah dilengkapi dengan dermaga, sehingga memudahkan pengunjung turun dari kapal. Sesampainya di dermaga utama, kami disambut abang-abang yang menawarkan wahana air: banana boat, donut boat, dan snorkeling.
Ngapain aja di sana?
Well, ada banyak hal yang dilakukan di pulau Untung Jawa; dari sekedar duduk santai menikmati udara pantai, jalan-jalan mengelilingi pulau, berenang, atau mencoba wahana air dan snorkeling.
Setelah berfoto dan menengok toko kerajinan kerang, kami beristirahat sebentar sembari menyantap bekal untuk brunch (breakfast-lunch) dan ngobrol cantik kesana kemari,hihi. Oya, di Untung Jawa ada sejumlah gazebo yang bisa kita tempati tanpa membayar alias gratis lho. Bahkan tanpa harus membeli apapun dari pedagang yang ada di sebelahnya.
Selepas dzuhur, kami baru berjalan, melihat-lihat sekitar, jajan, dan akhirnya menuju ke pantai utama, bersentuhan langsung dengan pasirnya. Air di pantainya tergolong bersih, ombaknya kecil; jadi aman untuk anak-anak bermain air. Faktanya, kemarin, pantai didominasi oleh anak kecil yang berenang, sekedar bermain air dan pasir.
Awalnya kami hanya ingin duduk dan menikmati pemandangan karena selain panas, kami tidak membawa baju ganti. Untungnya (?), ada seorang bapak yang berhasil meyakinkan kami untuk mencoba main dan nggak pake basah. Marketing bapak ini patut diacungi jempol; terbukti dengan terbujuknya kami untuk menaiki wahana air meskipun hanya donut boat, dengan membayar 25ribu sekali jalan.
Hari itu, kami hanya menjelajahi satu sisi pulau, di kanan-kiri dermaga. Nggak kuat sama teriknya matahari. Tapi, kalau punya waktu lebih dan ingin menjelajahi seluruh penjuru pulau, ada bentor (becak motor) atau sepeda yang bisa disewa. Denger-denger dari salah seorang penjual jajanan di sana, ongkos sewa sepeda sekitar 10ribuan per jam.
Souvenir dan Oleh-Oleh
Ada dua toko yang kami jumpai menjual berbagai kerajinan dari kerang; seperti bros, tirai, pajangan, ikat rambut, gelang, dan sebagainya. Ada pula penjual yang menawarkan baju dengan tulisan Untung Jawa; oleh-oleh khas. Bagi yang mau oleh-oleh berupa makanan, ada ikan asin, makanan dari rumput laut, dan manisan cermai
Fasillitas dan Transportasi
Pulau Untung Jawa ini menjadi pemukiman penduduk; sehingga fasilitas yang ditawarkan lumayan lengkap; ada homestay, tempat makan, dan juga musholla. Harga makanan di sana, menurut kami -saya dan mbak En- masih tergolong sangat terjangkau. Misalnya, seporsi pecel ayam seharga 15ribu dan es teh manis yang masih seharga 3ribu rupiah saja.
Sedangkan untuk transportasi, seperti yang saya sudah saya sebutkan, ada bentor dan sepeda yang bisa kita gunakan untuk mengelilingi pulau.
Yak, demikianlah cerita perjalanan singkat kami ke Pulau Untung Jawa; cukup mengobati kerinduan pada laut dan pantai. See you again, someday.
Ngapain aja di sana?
Well, ada banyak hal yang dilakukan di pulau Untung Jawa; dari sekedar duduk santai menikmati udara pantai, jalan-jalan mengelilingi pulau, berenang, atau mencoba wahana air dan snorkeling.
Setelah berfoto dan menengok toko kerajinan kerang, kami beristirahat sebentar sembari menyantap bekal untuk brunch (breakfast-lunch) dan ngobrol cantik kesana kemari,hihi. Oya, di Untung Jawa ada sejumlah gazebo yang bisa kita tempati tanpa membayar alias gratis lho. Bahkan tanpa harus membeli apapun dari pedagang yang ada di sebelahnya.
| Mbak En, my only friend on this trip |
| Ramainyaa... |
![]() |
| Kami, donut boat, dan dua orang asing |
Hari itu, kami hanya menjelajahi satu sisi pulau, di kanan-kiri dermaga. Nggak kuat sama teriknya matahari. Tapi, kalau punya waktu lebih dan ingin menjelajahi seluruh penjuru pulau, ada bentor (becak motor) atau sepeda yang bisa disewa. Denger-denger dari salah seorang penjual jajanan di sana, ongkos sewa sepeda sekitar 10ribuan per jam.
Souvenir dan Oleh-Oleh
Ada dua toko yang kami jumpai menjual berbagai kerajinan dari kerang; seperti bros, tirai, pajangan, ikat rambut, gelang, dan sebagainya. Ada pula penjual yang menawarkan baju dengan tulisan Untung Jawa; oleh-oleh khas. Bagi yang mau oleh-oleh berupa makanan, ada ikan asin, makanan dari rumput laut, dan manisan cermai
| Beli kaos buat oleh -oleh Boleeh... |
| Toko souvenir dan kerajinan kerang |
Pulau Untung Jawa ini menjadi pemukiman penduduk; sehingga fasilitas yang ditawarkan lumayan lengkap; ada homestay, tempat makan, dan juga musholla. Harga makanan di sana, menurut kami -saya dan mbak En- masih tergolong sangat terjangkau. Misalnya, seporsi pecel ayam seharga 15ribu dan es teh manis yang masih seharga 3ribu rupiah saja.
Sedangkan untuk transportasi, seperti yang saya sudah saya sebutkan, ada bentor dan sepeda yang bisa kita gunakan untuk mengelilingi pulau.
| Becak motor |
| Musholla. Untuk sampai ke sini, kami harus melewati beberapa rumah penduduk |
Monday, 26 December 2016
25 Idiom (Bahasa Inggris) Sehari-hari
Menyambung postingan sebelumnya tentang idiom, berikut dua puluh lima idiom yang sering dipakai di bahasa Inggris sehari-hari. Lumayan untuk mengawali perkenalan dengan dunia idiom.
1. Hit the book
Arti: belajar
Contoh kalimat: I can't watch movies with you, I must hit the book. I'll have test tomorrow.
2. Once in a blue moon
Arti: sangat jarang terjadi
Contoh kalimat: He washes his own clothes once in a blue moon.
3. Speak of the devil
Idiom yang ini digunakan sebagai seruan ketika orang yang sedang kita bicarakan tiba-tiba muncul di depan kita. Istilah bahasa Indonesia-nya 'panjang umur!'.
Contoh kalimat: Speaking of the devil! We just talked about you.
4. Stab someone in the back
Artinya adalah menyakiti atau mengkhianati orang yang sudah kenal dekat. Padanan dalam bahasa Indonesia yang paling tepat mungkin adalah 'menusuk dari belakang'; baik dengan seseorang tetapi diam-diam membicarakan kejelekannya atau malah mencelakainya.
Kata 'someone' di idiom ini bisa diganti dengan nama orang. Misalnya: I never thought that she will stab Mark in the back.
5. Get over something/someone
Ketika seseorang merasa sangat sedih karena putus cinta, tapi kemudian dia bisa melupakan kesedihannya, itu artinya dia sudah get over something. Maknanya semacam istilah populer 'move on'. Contoh kalimat: Has she got over her ex boyfriend? >> Apakah dia sudah melupakan mantan pacarnya?
6. Piece of cake
Frasa ini berarti '(sangat) mudah'; tidak berhubungan sama sekali dengan kue.
Contoh kalimat: Learning English is a piece of cake.
7. Behind someone's back
Artinya 'tanpa sepengetahuan seseorang'. Seseorang di frasa ini bisa diganti dengan nama atau possessive adjective (my, your, her, their, etc,).
Contoh kalimat: He likes talking about people behind their back.
8. Easy come, easy go
Idiom yang ada di lagunya Bruno Mars-Grenade ini dipakai untuk menggambarkan orang yang menganggap sesuatu bisa didapatkan dengan mudah (terutama terkait uang) sehingga dia tidak merasa khawatir terhadap apapun. Selain itu, easy come easy go juga bisa menjelaskan hilangnya sesuatu yang diperoleh hanya dengan sedikit usaha.
Contoh kalimat: She can spend money as fast as she earned it. It's easy come easy go for her.
9. Keep your chin up
Ini adalah alternatif ucapan untuk memberi semangat kepada orang lain. Artinya sama seperti 'stay strong', 'you'll get through this'; atau dalam bahasa Indonesia, kita bisa bilang 'kamu akan baik-baik saja' atau 'kamu pasti bisa melalui ini.
10. Step up your game
Idiom ini dipergunakan seperti kata kerja, yang artinya 'memperbaiki diri' atau senada dengan 'berusaha lebih keras'.
Contoh kalimat: If you want to win this competition, you need to step up your game'.
11. Go the extra mile
Arti dari idiom ini mirip dengan step up your game; artinya melakukan sesuatu yang lebih (dari yang dilakukan orang lain) untuk mencapai yang diinginkan.
Contoh kalimat: This is not enough. You have to go the extra mile to be proficient in English.
12. Blew me away
Seringkali, idiom ini juga dipakai dengan struktur 'I'm blown away'; dengan arti yang sama, yaitu sangat terkesan. Saya pernah melihat juri Master Chef US, Gordon Ramsay, menggunakan ini untuk memuji masakan salah satu kontestan.
Contoh kalimat: His poem just blew me away > Puisinya membuatku sangat terkesan
13. You rock!
Bukan tentang musik rok, tetapi You rock adalah kalimat pujian yang artinya 'kamu hebat'. Yah, sama lah seperti you're amazing, you're great, dan sejenisnya; tapi yang ini lumayan anti-mainstream, hehe.
14. So far so good
Mungkin ini adalah salah satu idiom yang populer, bahkan para pemula yang belajar bahasa Inggris pun mengenal dan mengerti artinya. Yup, so far so good artinya 'sejauh ini menyenangkan/memuaskan'.
Contoh kalimat: Hey, how is your new job? "Well, so far so good".
15. Cost (somebody) an arm and leg
Ketika sesuatu teramat mahal, kita bisa mengatakannya cost an arm and leg. Kata 'cost' di sini berlaku sebagai kata kerja, sehingga harus disesuaikan dengan subjeknya.
Contoh kalimat: This bag costs an arm and leg/These bags cost (me) an arm and leg.
*perhatikan perbedaan di kata 'cost'
*kata 'me' -atau bisa diganti dengan subjek lain- boleh dipakai atau tidak
16. See eye to eye
Artinya adalah mencapai kesepakatan dengan seseorang (setuju).
Contoh kalimat: They finally saw eye to eye on the date of next marketing event.
*kata see (present) berubah menjadi saw (past) karena perubahan tenses
17. Break a leg
Fungsi dari idiom ini sama seperti frasa good luck, alias semoga berhasil. Umumnya, break a leg disampaikan kepada seseorang yang akan naik panggung untuk berakting; misalnya dalam rangka pertunjukan drama. Tidak lazim menggunakannya di konteks lain seperti menjelang pertandingan olahraga.
18. Feeling blue
Warna biru yang kalem ini sepertinya diidentikkan dengan rasa sedih oleh orang Inggris sana. Jadi, feeling blue berarti sedang merasa sedih.
Contoh kalimat: I got bad score on my English test. I'm feeling so blue right now.
19. Go Dutch
Artinya adalah 'bayar sendiri-sendiri' atau anak gaul sekarang bilang PT-PT. Kenapa Dutch (Belanda) yang dipilih masih menyisakan pertanyaan. Ada yang menyebut bahwa istilah ini mengacu pada pintu-pintu di Belanda yang mempunyai dua bagian berukuran sama.
Contoh kalimat: It's okay if you don't have enough money for the ticket. We can go Dutch.
20. Couch potato
Istilah ini digunakan untuk menyebut orang yang menghabiskan banyak waktu (bermalas-malasan) di depan televisi; atau menonton televisi terlalu lama/sering.
Konon kabarnya, idiom ini berasal dari budaya orang Barat yang biasanya menonton televisi dari atas semacam sofa (couch) sambil memakan keripik kentang (potato).
Contoh kalimat: My little brother is a couch potato. He watches television all day long on his holiday.
21. Keep your cool
Idiom yang satu ini bisa dipakai untuk meminta seseorang tetap tenang meskipun dalam kondisi tertentu; mirip seperti 'calm down!'. Frasa yang berlawanan dari ini adalah lose (someone's) cool yang berarti 'emosi/marah'.
Contoh kalimat: I know you're nervous but you have to keep your cool.
He is really annoying. He made me lose my cool (Dia membuat saya marah).
22. Fair enough
Fair enough bisa menjadi alternatif dari kata 'okay' ketika kita setuju dengan (permintaan) seseorang.
Contoh kalimat: You want me to go now? Fair enough, I'll go now.
23. Miss the boat
You have to apply now or you will miss the boat! >> Kamu harus mendaftar sekarang atau kamu akan kehilangan kesempatan. Idiom yang ini berarti kehilangan atau melewatkan sebuah kesempatan.
24. Sold me out
Sama sekali tidak ada hubungannya dengan menjual, idiom ini digunakan ketika menyebut seseorang telah membocorkan rahasia yang sudah kita percayakan kepadanya.
Contoh: I can't believe you sold me out. I trusted you.
25. Call it a day
Saat jam sudah menunjukkan pukul 12 siang kala sedang rapat, dan kita ingin mengakhirinya, kita bisa mengatakan 'Let's call it a day'. Idiom ini berarti mengakhiri sebuah aktivitas di hari tersebut; seringkali dihubungkan dengan aktivitas kerja, meskipun bisa juga dipakai dalam konteks yang berbeda.
Fiuh, selesai juga 25 contoh idiom. Let's use them to make us sound like native speakers, yeah! 😆
1. Hit the book
Arti: belajar
Contoh kalimat: I can't watch movies with you, I must hit the book. I'll have test tomorrow.2. Once in a blue moon
Arti: sangat jarang terjadi
Contoh kalimat: He washes his own clothes once in a blue moon.
3. Speak of the devil
Idiom yang ini digunakan sebagai seruan ketika orang yang sedang kita bicarakan tiba-tiba muncul di depan kita. Istilah bahasa Indonesia-nya 'panjang umur!'.
Contoh kalimat: Speaking of the devil! We just talked about you.
4. Stab someone in the back
Artinya adalah menyakiti atau mengkhianati orang yang sudah kenal dekat. Padanan dalam bahasa Indonesia yang paling tepat mungkin adalah 'menusuk dari belakang'; baik dengan seseorang tetapi diam-diam membicarakan kejelekannya atau malah mencelakainya.
Kata 'someone' di idiom ini bisa diganti dengan nama orang. Misalnya: I never thought that she will stab Mark in the back.
5. Get over something/someone
Ketika seseorang merasa sangat sedih karena putus cinta, tapi kemudian dia bisa melupakan kesedihannya, itu artinya dia sudah get over something. Maknanya semacam istilah populer 'move on'. Contoh kalimat: Has she got over her ex boyfriend? >> Apakah dia sudah melupakan mantan pacarnya?
6. Piece of cake
Frasa ini berarti '(sangat) mudah'; tidak berhubungan sama sekali dengan kue.
Contoh kalimat: Learning English is a piece of cake.
7. Behind someone's back
Artinya 'tanpa sepengetahuan seseorang'. Seseorang di frasa ini bisa diganti dengan nama atau possessive adjective (my, your, her, their, etc,).
Contoh kalimat: He likes talking about people behind their back.
8. Easy come, easy go
Idiom yang ada di lagunya Bruno Mars-Grenade ini dipakai untuk menggambarkan orang yang menganggap sesuatu bisa didapatkan dengan mudah (terutama terkait uang) sehingga dia tidak merasa khawatir terhadap apapun. Selain itu, easy come easy go juga bisa menjelaskan hilangnya sesuatu yang diperoleh hanya dengan sedikit usaha.
Contoh kalimat: She can spend money as fast as she earned it. It's easy come easy go for her.
9. Keep your chin up
Ini adalah alternatif ucapan untuk memberi semangat kepada orang lain. Artinya sama seperti 'stay strong', 'you'll get through this'; atau dalam bahasa Indonesia, kita bisa bilang 'kamu akan baik-baik saja' atau 'kamu pasti bisa melalui ini.
10. Step up your game
Idiom ini dipergunakan seperti kata kerja, yang artinya 'memperbaiki diri' atau senada dengan 'berusaha lebih keras'.
Contoh kalimat: If you want to win this competition, you need to step up your game'.
11. Go the extra mile
Arti dari idiom ini mirip dengan step up your game; artinya melakukan sesuatu yang lebih (dari yang dilakukan orang lain) untuk mencapai yang diinginkan.
Contoh kalimat: This is not enough. You have to go the extra mile to be proficient in English.
12. Blew me away
Seringkali, idiom ini juga dipakai dengan struktur 'I'm blown away'; dengan arti yang sama, yaitu sangat terkesan. Saya pernah melihat juri Master Chef US, Gordon Ramsay, menggunakan ini untuk memuji masakan salah satu kontestan.
Contoh kalimat: His poem just blew me away > Puisinya membuatku sangat terkesan
13. You rock! Bukan tentang musik rok, tetapi You rock adalah kalimat pujian yang artinya 'kamu hebat'. Yah, sama lah seperti you're amazing, you're great, dan sejenisnya; tapi yang ini lumayan anti-mainstream, hehe.
14. So far so good
Mungkin ini adalah salah satu idiom yang populer, bahkan para pemula yang belajar bahasa Inggris pun mengenal dan mengerti artinya. Yup, so far so good artinya 'sejauh ini menyenangkan/memuaskan'.
Contoh kalimat: Hey, how is your new job? "Well, so far so good".
15. Cost (somebody) an arm and leg
Ketika sesuatu teramat mahal, kita bisa mengatakannya cost an arm and leg. Kata 'cost' di sini berlaku sebagai kata kerja, sehingga harus disesuaikan dengan subjeknya.
Contoh kalimat: This bag costs an arm and leg/These bags cost (me) an arm and leg.
*perhatikan perbedaan di kata 'cost'
*kata 'me' -atau bisa diganti dengan subjek lain- boleh dipakai atau tidak
16. See eye to eye
Artinya adalah mencapai kesepakatan dengan seseorang (setuju).
Contoh kalimat: They finally saw eye to eye on the date of next marketing event.
*kata see (present) berubah menjadi saw (past) karena perubahan tenses
17. Break a leg
Fungsi dari idiom ini sama seperti frasa good luck, alias semoga berhasil. Umumnya, break a leg disampaikan kepada seseorang yang akan naik panggung untuk berakting; misalnya dalam rangka pertunjukan drama. Tidak lazim menggunakannya di konteks lain seperti menjelang pertandingan olahraga.
18. Feeling blue
Warna biru yang kalem ini sepertinya diidentikkan dengan rasa sedih oleh orang Inggris sana. Jadi, feeling blue berarti sedang merasa sedih.
Contoh kalimat: I got bad score on my English test. I'm feeling so blue right now.
19. Go Dutch
Artinya adalah 'bayar sendiri-sendiri' atau anak gaul sekarang bilang PT-PT. Kenapa Dutch (Belanda) yang dipilih masih menyisakan pertanyaan. Ada yang menyebut bahwa istilah ini mengacu pada pintu-pintu di Belanda yang mempunyai dua bagian berukuran sama.
Contoh kalimat: It's okay if you don't have enough money for the ticket. We can go Dutch.
20. Couch potato
Istilah ini digunakan untuk menyebut orang yang menghabiskan banyak waktu (bermalas-malasan) di depan televisi; atau menonton televisi terlalu lama/sering.Konon kabarnya, idiom ini berasal dari budaya orang Barat yang biasanya menonton televisi dari atas semacam sofa (couch) sambil memakan keripik kentang (potato).
Contoh kalimat: My little brother is a couch potato. He watches television all day long on his holiday.
21. Keep your cool
Idiom yang satu ini bisa dipakai untuk meminta seseorang tetap tenang meskipun dalam kondisi tertentu; mirip seperti 'calm down!'. Frasa yang berlawanan dari ini adalah lose (someone's) cool yang berarti 'emosi/marah'.
Contoh kalimat: I know you're nervous but you have to keep your cool.
He is really annoying. He made me lose my cool (Dia membuat saya marah).
22. Fair enough
Fair enough bisa menjadi alternatif dari kata 'okay' ketika kita setuju dengan (permintaan) seseorang.
Contoh kalimat: You want me to go now? Fair enough, I'll go now.
23. Miss the boat
You have to apply now or you will miss the boat! >> Kamu harus mendaftar sekarang atau kamu akan kehilangan kesempatan. Idiom yang ini berarti kehilangan atau melewatkan sebuah kesempatan.
24. Sold me out
Sama sekali tidak ada hubungannya dengan menjual, idiom ini digunakan ketika menyebut seseorang telah membocorkan rahasia yang sudah kita percayakan kepadanya.
Contoh: I can't believe you sold me out. I trusted you.
25. Call it a day
Saat jam sudah menunjukkan pukul 12 siang kala sedang rapat, dan kita ingin mengakhirinya, kita bisa mengatakan 'Let's call it a day'. Idiom ini berarti mengakhiri sebuah aktivitas di hari tersebut; seringkali dihubungkan dengan aktivitas kerja, meskipun bisa juga dipakai dalam konteks yang berbeda.
Fiuh, selesai juga 25 contoh idiom. Let's use them to make us sound like native speakers, yeah! 😆
Subscribe to:
Posts (Atom)
5.50 PM: Menikmati Waktu
Di kala senja menjelang azan magrib, Beberapa orang sudah menikmati waktu di rumah, Beberapa masih berjuang mengendarai motor atau mobil...
-
Sejak menjadi guru, saya mulai tertarik dengan hal-hal 'berbau' guru; mulai dari buku, website, sampai film bertemakan guru dan atau...
-
Menyambung postingan sebelumnya tentang idiom, berikut dua puluh lima idiom yang sering dipakai di bahasa Inggris sehari-hari. Lumayan untuk...
-
Ini diaaa...akhirnya selesai juga tulisan saya untuk diperjuangkan di Lomba Tulis Nusantara Kemenparekraf. Tentu ide cerita bukan murni da...

